Hampir tiap bulan, selalu ada lawatan negara Asing ke Jepara dan misinya-pun hampir sama. Ada yang ingin sekedar meneliti, kunjungan kerja, studi banding, atau bahkan ingin mengetahui dapur permebelan di Jepara. Malaysia bahkan hampir empat kali melakukan kunjungan resmi dalam jangka waktu tidak lebih dari tiga bulan, Negara tetangga yang masih serumpun dengan kita bahkan telah merekrut tenaga – tenaga ahli di bidang mebel dan ukir untuk mengajar di lembaga pendidikan disana. Walikota Korea juga melakukan hal ya ng hampir sama. Mereka menawarkan penawaran produk – produk Jepara, tetapi anehnya mereka meminta dalam bentuk unfinish.
Satu sisi kita bisa berbangga diri, Jepara memiliki kelebihan berupa pengalaman sebagai masyarakat Industri mebel. Jepara bagi Negara asing merupakan satu – satunya kawasan mebel terbesar di dunia. Kawasan mebel yang terbentuk secara alamiah, dari tradisi, kultur dan sejarah panjang. Ketika daerah lain seperti Solo, Semarang, atau Malaysia beramai – ramai membentuk kawasan mebel, Jepara sudah menjadi kawasan mebel.